Team LBH Tombak Keadilan Hadiri Pelantikan,Dan Pengambilan Sumpah Jabatan Panitera Muda,Bantuan Hukum Justice Spear
MAJENE SILAWESI BARAT GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.GOM —– Suasana di aula utama Pengadilan Negeri Majene terasa kental Dengan Deretan kursi dipenuhi pilar-pilar komunitas hukum Majene: para hakim dengan jubah khidmat, jaksa dengan ekspresi tegas, dan pejabat daerah yang memancarkan wibawa jabatan
Ketua.LBH Tombak Keadilan Bersama Team hadiri pelantikan,dan Pengambilan Sumpah Jabatan Panitera Muda Pidana Di Pengadilan Negeri Majene. Kamis 11 September 2025
Bantuan Hukum Justice Spear litigatornya mengucapkan sumpah dengan suara yang jelas dan teguh, berjanji untuk menegakkan keadilan tanpa rasa takut atau pilih kasih.

Integritas, tugas, dalam menjalankan hukum yang mulia,”Ketua pengadilan negeri majene Roisul Ulum, S.H., M.H,selaku pengambil sumpah dalam pelantikan Irsan Fahdin Isfany, S.E.,S.H. sebagai panitra muda pidana di pengadilan negeri majene
Panitera Muda Sebuah langkah awal yang berarti.”Hukum itu pedang bermata dua,”melindungi yang lemah atau mengukuhkan yang berkuasa.
“Kesungguhan adalah mata uang yang nilainya cepat terdevaluasi di pasar kekuasaan,”Yang menyimpan kelembutan idealisme yang belum terkikis oleh sistem.
Timbangannya memang buta, tetapi tangan yang memegangnya tidak.”adalah sebuah metafora yang mendalam dan tajam, menggambarkan paradoks abadi dalam pencarian dan penegakan keadilan

Ketua LBH Tombak Keadilan Haji Syamsul Rijal, memaparkan bahwa keadilan Ideal melambangkan prinsip imparsialitas sebagai simbol bahwa hukum harus diterapkan secara merata kepada setiap individu, tanpa memandang status sosial, kekayaan, ras, agama, atau afiliasi politik. Seperti gambaran Dewi Keadilan (Justitia) yang matanya tertutup kain, timbangan,” menimbang bukti dan argumen dengan tujuan, hanya fokus pada fakta dan kelayakan perkara, bukan pada siapa yang berada di salah satu sisi timbangan
“Tindakan adalah ujian,kritikus, yang memegang sumpah yang sama dengan yang baru saja diucapkan. Selamat datang di arena.”potret keadilan,yang bersih dan terbingkai fondasi kepercayaan masyarakat terhadap sistem perdagangan,” keyakinan bahwa hukum adalah pelindung yang adil bagi semua,dan bukan alat bagi segelintir orang
Representasi dari setiap individu yang terlibat dalam proses peradilan, hakim, jaksa, pengacara, polisi, politisi, bahkan masyarakat itu sendiri. Tangan ini memiliki mata, mata yang melihat, merasakan, dan seringkali membawa prasangka

Latar belakang, pengalaman, dan keyakinan yang membentuk pandangan dunianya. Seorang hakim mungkin secara tidak sadar terpengaruh oleh penampil dan penipu, status sosial korban, atau bahkan opini publik yang menguat, Korupsi dan Kepentingan
Prinsip objektivitas dan anonimitas, yang dioperasikan oleh subjek yang penuh subjektivitas, untuk mengingatkan bahwa keadilan bukan hanya tentang norma dan undang-undang, tetapi juga tentang etika dan integritas individu yang diberi amanah untuk menegakkannya,” Ujar Haji Syam
Laporan dipublis tim red

