MAROS SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS COM. ——-Proyek Community-based Innovation Lab for Climate Resilience (Co-LABS) merupakan proyek kerjasama antara Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia ,Kementerian Kelautan dan Perikanan (BPPSDM-KP) melalui Balai Riset Perikananan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikananan (BPBAPPP) dengan Common Room Networks Foundation.

Untuk memulai proyek ini, tim dari Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH dan Common Room Networks Foundation berkunjung ke Instalasi Tambak Silvofishery Marana, untuk berdialog serta diskusi dengan para pemangku kepentingan lokal, masyarakat pembudidaya serta para penyuluh perikanan se kabupaten Maros. Selasa 7/05/2024.
Siaran pers yang di release oleh Koordinator Media dan Kerja Sama Common Room, (7/05/2024) Co-LABS bertujuan untuk mengembangkan solusi kecerdasan artifisial (AI) yang inovatif untuk mengatasi tantangan khusus yang dihadapi oleh komunitas pesisir di Indonesia, seraya memberdayakan mereka melalui peningkatan keterampilan, pertukaran pengetahuan, dan aktivitas kesadaran terhadap perubahan iklim. Proyek ini juga menekankan pendekatan open-source, bersama dengan perlindungan data pribadi, dan komitmen terhadap prinsip-prinsip FAIR untuk memastikan transparansi, aksesibilitas, dan adopsi solusi (AI), atau data yang dikembangkan secara luas di berbagai komunitas dalam ekonomi biru Indonesia.
Kepala BRPBAPPP, Dr.A.Idra Jaya,MSc, menyambut baik di pilihnya BRPBAPPP khusunya Instalasi Tambak Silvofishery Marana sebagai lokasi proyek Co-LABS ini. Dalam kata sambutan tersebut A,Indra Jaya memaparkan potensi dan sumberdaya lahan yang ada, di ataranya terdapat tambak atau lahan marginal kurang lebih 30 Ha berupa tambak yang dimanfaatkan untuk budidaya udang dan selbihnya lahan mangrove. Lahan mangrove dimanfaatkan untuk peremajaan dan perluasan kawasan bakau dan juga sebagai kawaan agrowisata dan sarana pendidikan papar A.Indra.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dr.A.Indra Jaya MSc Kepala BRPBAPPP Maros , Karlina Otaviany dan Ruth Schmidt dari Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH, Gustaff H.Iskandar dari Common Room Networks Foundation, Safar Penanggung jawab Instalasi Tambak Silvofishery Marana , Boedi Juliati dari UNIDO Indonesia, Wakil dari Dinas Perikanan Kabupaten Maros, Penyuluh Perikanan Satmikel Maros, Kelompok pembudidaya serta undangan. Turut hadir dan memberikan sambutan dan arahan secara daring Dr.Hendra Yusran Siry Kepala Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan serta Perwakilan dari BAPPENAS.
Kegiatan diakhiri dengan kunjungan lapangan ke Piloting Project Budidaya Udang Tradisional Plus dan lokasi kawasan penanaman bibit bakau.
Jurnalis : Zainal.A.

