TAKALAR SULAWESI SELATAN GERBANG IDONESIA TIMUR NEWS.COM ——– Menyikapi pemberitaan dan Tudingan pencemaran nama baik Kepala Desa Tamalate yang sebelum’nya dimuat Oleh media online terkait tuduhan raibnya Dana, Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) di Desa Tamalate, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan senilai Rp 30 Jt, kepala Desa Tamalate Bantah tudingan tersebut
Dengan adanya tudingan tèrsebut Kepala Desa Tamalate, Husain angkat bicara,” Menurut’nya Dana Operasional itu digunakan Sebagai pinjaman untuk membantu meringankan beban warga yang terdampak musibah, angin puting beliung, yang akan dibayar dan dipertanggung jawabkan sebagai kepala desa, Namun sebelum’nya Dana itu digunakan untuk Bantuan Sosial,
Beredar isu tudingan di media sosial terhadap Kades Tamalate, Kecamatan Galut, Kabupaten Takalar, Sulawesi-Selatan. Terkait dugaan dana Bumdes yang dipinjam oleh kepala desa tamalate (Husain) sebesar Rp. 35 juta tersebut menjadi sorotan dan buah bibir, khususnya di kalangan masyarakat takalar. Jumat 29/03/2024.
Adapun beberapa informasi yang dihimpun melalui redaksi media ini bahwa “Dugaan” kepala desa tamalate (Husain) yang meminjam dana Bumdes sebesar Rp 35 juta tersebut telah dikembalikan, meskipun baru Rp 25 juta dan sisanya yang 10 juta akan dilunasi setelah lebaran, menurut informasi ketua BPD Tamalate H. Salle. Dikutip dari topikterkini.id.
Kemudian lanjutnya Dana Bundes tersebut adalah dana desa yang bisa dipinjam itupun sebenarnya bukanlah atas nama Kami dikwintasi, serta pengunaannya juga sangat jelas, untuk diperbantukan kepada masyarakat yang terdampak musibah secara otomatis mudah dalam pengembalian dan menangihnya.
Menurut Kepala Desa Huzain, Berita tudingan ini sumbernya,” saya tahu ada orang yang ingin mengusik ketetraman warga Masyarakat Desa Tamalate yang sengaja membuat opini, untuk membuat renggang hubungan dengan ketua BUmdes
Ditambahkannya bahwa “Jadi saya paparkan bahwa uang Bumdes tersebut bukan saya yang mengambil dipengurusnya, akan tetapi perangkat desa kami di kantor. Sebab pada saat itu tidak ada dana khas kami pegang. Dan uang tersebut digunakan untuk keperluan warga kami pada saat itu yang kena musibah pasca bencana angin puting beliung pada bulan februari 2023.” Paparnya.
“Dan dana yang kami pake itu tidak ada sangkut pautnya dengan dana desa. Dan dana itu sudah lama saya gantikan dengan dana pribadi saya. Cuman tersimpan dulu di kantor, sebab dana Bumdes yang kami ketahui berjumlahkan ratusan juta yang dipinjam masyarakat, juga belum dikembalikan. Maka dari itu saya anggap bahwa hal ini tidak menjadi soal terkait dana yang telah kami pakai buat keperluan masyarakat kami.” Terangnya.
Peristiwa musibah angin puting beliung yang menerjang beberapa rumah warga pada Pebruari 2023 didesa Tamalate sebulan sebelum’nya kami baru sebulan menjabat sebagai kepala Desa, dan atas dasar kemanusian semua anggota staff Desa setujui Dana Bumdes tersebut diperbantukan kepada warga yang terdampak musibah
Sehinggah Insiatif anggota mengunakan Dana tersebut untuk dipinjam dan dipakai membantu masyarakatnya yang terkena bencana angin puting beliung karena waktu itu dirinya sedang tidak ada dana dipakai membantu masyrakatnya yang kena musibah sehingga dana Bumdes di pimjam,” ungkap Husain.
Laporan : ( ** / Arya/ Red)

