GOWA SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM ——– Bertepatan dengan Internasional Women’s Day, puluhan massa aksi dari Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum Mahasiswa Islam (LKBHMI) Cabang Gowa Raya menggeruduk Kantor Bupati Gowa dan Polres Gowa dengan membawa setidaknya 4 tuntutan berikut terkait kasus Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang diduga dilakukan oleh oknum anak Pejabat dilingkup Pemerintah Daerah (PEMDA) Gowa yang kemudian berimplikasi juga terhadap dugaan Penyalahgunaan Fasilitas Negara dalam hal ini mobil dinas berplat merah yang digunakan dalam melancarkan aksi tersebut, Jumat (08/03/2024).
“Kita turut prihatin dari kejadian tersebut yang menimpa korban dan juga sudah begitu viral di sosial media, kemudian sangat tidak bermoral pelaku rudapaksa yang diduga adalah anak pejabat melakukan aksi bejatnya bahkan diatas mobil dinas, maka dari itu kita juga berharap PEMDA Gowa serius dalam mengevaluasi ASN bersangkutan perihal penggunaan fasilitas Negara”, ucap Nurhidayatullah selaku Jenderal Lapangan.
Dalam aksi yang sempat diguyur hujan dan kejar-kejaran dengan Aparat Kemanan, massa aksi yang sebelumnya melakukan orasi dan membentangkan spanduk akhirnya berhasil masuk ke dalam kantor Bupati Gowa, namun yang sangat disayangkan Bupati Gowa selaku pemangku kebijakan tidak berada dikantor.
Meskipun Bupati Gowa tidak berada dikantor, pernyataan sikap dan tuntutan dari massa aksi tetap dibunyikan dihadapan beberapa ASN yang diwakili KESBANGPOL Gowa.
Empat tuntutan tersebut diantaranya, mendesak Bupati Gowa untuk memberikan evaluasi khusus kepada oknum anak Pejabat yang diduga menyalahgunakan fasilitas Negara, mendesak BKPSDM Gowa untuk mengevaluasi Pejabat terkait (pemilik kendaraan dinas), mendesak Polres Gowa untuk mengusut tuntas kasus rudapaksa yang diduga dilakukan oknum anak Pejabat, mendesak Polres Gowa untuk memberikan jaminan perlindungan dan pemulihan terhadap korban.
Lebih lanjut, massa aksi meninggalkan kantor Bupati Gowa dan menuju kantor Polres Gowa. Dihadapan para Aparat Kepolisian, massa aksi kembali bentangkan spanduk serta menyampaikan beberapa aspirasi khususnya kepada APH agar mengusut tuntas dengan serius kasus Rudapaksa tersebut sebagai skala prioritas.
Laporan : Nindar

