MAKASSAR SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM ——– PRESS RELEASE Praktisi Hukum dan Anak Bangsa mengutuk keras kecurangan dalam pemilu pilpres yang akan dihelat diseluruh Indonesia pada 14, Februari 2024. dalam jumpa pers’nya, disalah satu Cafe Megazon di Jalan Topas Makasar menyampaikan, sebagai penyelenggara pemilu bisa berakibat fatal dan tergelincir dalam kecurangan
Tingkat Keresahan masyrakat yang dapat terosonansi dalam kalangan cifitas Akademis akan terdirtorsi oleh kecurangan, yang terstruktur sistimatis dan massif,” ketika ada’nya campur tangan kekuasaan, yang menginterpensi beberapa hal,

Netralitas aparat penegak hukum, KPU, BAWASLU, PANWASLU, MENTRI, GUBERNUR, WALIKOTA, BUPATI, TNI. POLRI dan Indenpendentsi penyelnggara pemilu beberapa dugaan pelanggaran netralitas tersebut seolah tidak digubris, ada kehawatiran bawaslu lumpuh, melihat peristiwa pemilu 2019, menjadi sejarah kecurangan secara massif.” Dengan meninggalnya 894 Orang petugas KPPS , serta begitu banyak’nya pristiwa yang memilukan, yang diakibatkan oleh kepentingan kelompok yang hanya ingin menghancurkan bangsa ini.

Kecurangan dalam pemilu, adalah bahagian dari PELACUR POLITIK SERTA MAKAR POLITIK, ” Oleh’nya itu kita sepakat, bahwa legitimitasi UUD 1945, dan UU pemilu sangat jelas kita diarahkan kejalan yang benar adil dan makmur bukan KECURANGAN, agar bangsa dan Negara terhindar dari kehancuran kecurangan pemilu
Jangan kotori ahlaktmu dengan kecurangan, jangan gugurkan iman dan takwamu terhadap kebaikan untuk melakukan kecurangan dan jangan paksakan nafsu’ keserakahanmu menjadi golongan munafikum dengan melakukan ketidak adilan ujar, A.Jamal Kamaruddin SH. Yang akrab disapa OM BETEL

Akhir dari aksi damai inipun diwarnai, dengan pembakaran bendera PKI yang melambangkan palu arit, sebagai simbol untuk menumpas dan mengbasmi antek antek pki yang masih merajalela di bumi nusantara indonesia, dengan suara lantang sebagai anak bangsa, ” AKU BANGGA SEBAGAI ANAK BANGSA, BANGGA MENJADI MUSUH PKI,
Laporan : (**/Arya/red).

