MAROS SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM ——Kondisi penerangan di jalan poros Maros-Pangkep yang dulunya terang benderang, kini menjadi gelap gulita, kondisi ini mencerminkan kemunduran kualitas pelayanan publik dan keperdulian pemerintah dalam menjalankan kewajibannya terhadap masyarakat.
Akses jalan Maros-Pangkep diketahui adalah salah satu jalan penghubung antar kabupaten, kota, provinsi, namun sayangnya ketika kita melewati akses jalan tersebut, seakan akan tidak adanya keperdulian pemerintah terhadap penerangan jalan umum tersebut, pernahkah kita menyadari bahwa zaman telah berubah begitu cepat, mungkin ada peristiwa yang ingin kita kenang sebagai pembelajaran. Salah satu peristiwa tersebut adalah hilangnya cahaya yang dulu selalu menemani malam di Jalan Poros Maros-Pangkep, akan tetapi sekarang, jalan tersebut telah menjadi gelap gulita, dan kita tak tahu mengapa para pembuat kebijakan seolah melupakan dan mengabaikan tugas mereka.
Pada waktu era Bupati Hatta Rahman, Jalan Poros Maros-Pangkep selalu terang benderang dengan lampu-lampu jalan yang menyala di malam hari. Terlebih saat ada lampu yang rusak atau tidak menyala, tindakan cepat perbaikan selalu dilakukan, pemeliharaan dan terawat dengan baik.

Namun semua itu terabaikan begitu saja, dan kini kondisi jalan di wilayah tersebut telah berubah jauh dari masa lalu, banyak lampu-lampu jalan yang mati dibiarkan begitu saja, begitu pula lampu yang dicabut dan harusnya diperbaiki, namun disimpan begitu saja, dan pertanyaannya bagi halayak apa yang sebenarnya terjadi sehingga sampai Seperti itu !!! .
Hal ini menimbulkan kekhawatiran dan keraguan di kalangan masyarakat. Seperti yang diungkapkan oleh Arif, anggota Laskar Anti Korupsi LAKI P. 45 Maros, dalam sorotannya, yang mempertanyakan kebijakan Pemerintah tentang penerangan jalan umum. Lampu jalan atau lebih dikenal sebagai penerangan Jalan umum (PJU) ujarnya (04/11/2023), sedangkan PJU adalah salah satu alat penting bagi pengguna jalan di malam hari, agar dapat melihat dengan lebih jelas jalan yang akan dilalui. dengan demikian, PJU memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan keselamatan lalu lintas dari pengguna jalan tersebut.
Dari sisi yang lebih dalam, mengapa cahaya yang dulu hadir, kini menghilang entah kapan progres perbaikannya? Apakah ini hanya sebuah masalah tekhnis, ataukah ada arti yang lebih dalam di balik ini semua? Bisa jadi, hilangnya cahaya itu mencerminkan bahwa keperdulian Pemerintah kini lebih terbatas dibandingkan dengan era sebelumnya, didalam proses pengambilan kebijakan, apakah para pejabat pemerintah sudah memikirkan dampak dari keputusan yang mereka buat terhadap masyarakat, dan
semoga Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perhubungan, dan Pertanahan (DPUTRPP) dapat menindak lanjuti persoalan tersebut, warga masyarakat berharap agar pemerintah sesegera mungkin dapat memperbaiki lampu-lampu jalan yang rusak.
Laporan : Nindar

