MAROS SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM —— Sebanyak dua Kelurahan dan empat desa di Kecamatan Mandai Kabupaten Maros mengalami kesulitan memperoleh air bersih dari pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Maros hal ini sebagai dampak dari musim kemarau.

“Sudah Dua puluh hari terakhir ini kami tidak mendapatkan air PDAM, sehingga harus membeli air mineral untuk konsumsi sehari-hari,” kata salah seorang warga di lingkungan Tetebatu Kelurahan Bontoa Kecamatan Mandai Kabupaten Maros , sebut saja warga BTN Cipta Mandai Indah , Edy Hadris .

Dia mengatakan, (Edy Hadris) untuk kebutuhan mandi, cuci dan kakus (MCK) terpaksa harus ke rumah tetangga yang memiliki sumur bor untuk mengambil air.
Untung saja disekitar lingkungan kami ada seorang warga yang berbaik hati yang memiliki sumur bor yang airnya begitu banyak yang tak habis habisnya nya ia rela berbagi kesemua orang yang membutuhkan yang datangnya dari berbagai lingkungan di wilayah Kelurahan Bontoa dan sekitarnya selama ini , sebut saja namanya Ir.H. Nurhadi .

Lanjut Edy Hadris mengatakan bahwa Kurang lebih sebulan yang lalu masih ada suplai dari PDAM Maros itu pun dapat air dua tiga ember saja untuk kebutuhan konsumsi air minum, namun selanjutnya sudah tidak ada suplai lagi dari PDAM Maros . katanya.

Salah seorang petugas PDAM Maros yang pernah dikonfirmasi oleh salah seorang awak media mengakui memang belakangan ini debit air sangat minim dari sumber air baku di Sungai Lekopancing di Kabupaten Maros , akibat kemarau panjang .

Namun hari ini , kamis 5/10/2023 , pukul 10.45. Masyarakat BTN Cipta Mandai indah lingkungan Tetebatu kel. Bontoa Kec. Mandai , merasa senang , bahagia dan bersyukur mendapatkan suplai air bersih dari PDAM Kab. Maros , Sejumlah 3 Yunit mobil yang mengantar dan berbagi. Terima kasih .Ucap masyarakat.
Jurnalis:(EH).

