MAKASSAR SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM ——–Menyikapi keluhan berbagai kalangan masyarakat khususnya masyarakat ojol dalam rapat pembahasan kegiatan Ramadhan 2025, Ardi Ananda atau yang akrab di sapa Punggawa selaku ketua Dewan Pembina Serikat Ojol GSK di kota Makassar, Gowa dan Maros.
Kini mulai mempertanyakan siapa-siapa pihak yg di rugikan dari skandal mega korupsi pertamina, narasi di buat seolah-olah negara saja yang menderita kerugian namun disisi lain rakyat sebagai konsumen utama penggunaan kendaraan seolah terlupakan atau tidak di rugikan dengan skandal kasus mega korupsi pertamina ini.
Publik; ‘’kami heran Yahh,, bukan cuman negara tapi Rakyat adalah korban paling pertama yg dirugikan dalam kasus mega korupsi pertamina ini, dan pemerintah harus membukakan ruang aduan terhadap kerugian publik akibat oplosan bahan bakar pertamax tersebut.’’

Terbukti kendaraan roda dua yg masih baru di gunakan tiba-tiba kok bisa kotor atau rusak fullpump nya bahkan sampai harus di ganti.
Dan hal ini sangat massif terjadi di tengah-tengah mayoritas kalangan ojol atau driver online roda dua, belum lagi masyarakat lain yang tidak tau harus curhat kemana,
Maka sekali lagi kami mendesak agar Ini semua harus menjadi perhatian pemerintah pusat untuk membukakan ruang aduan publik di setiap daerah dan wajib mengganti kerugian rakyat yg di timbulkan dari kasus mega korupsi pertamina.
Uangnya kan ada saat penggeledahan, maka seharusnya itu di kembalikan ke rakyat, jangan seolah-olah negara terus yang di rugikan. ‘’ungkap Punggawa’’

Punggawa yang juga selaku Ketua Koordinator Investigasi se-Indonesia di Lembaga Kontrol Keuangan Negara juga mendesak pemerintah pusat agar semua BUMN yang ada saat ini untuk mulai di audit secara menyeluruh dan di laporkan ke ruang publik semua keuntungannya, kami yakin bahwa pada dasarnya semua BUMN itu tidak pernah rugi kok, dan kami juga heran kenapa selama ini tidak ada laporan audit ke publik yah soal itu, padahal BUMN itu di modali oleh APBN sementara APBN itu kan uangnya dari pajak rakyat.
Inikan sepele aja, rakyat ngga pada paham situasinya. Kalau mereka paham betul masalah ini pasti ribut lagi dan demo dimana-mana. ‘’Tutup Punggawa’’
Laporan tim redaksi (**/ws)

